Modul Ajar Seni Rupa Kelas 9 SMP: Seni Patung Mancanegara dan Tradisional Nusantara (Bab 1)

Pembelajaran konsep seni patung tiga dimensi, fungsi religius/monumen/arsitektur/dekorasi, eksplorasi bahan lunak dan keras, serta teknik pahat, butsir, cor, dan cetak.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Peserta didik mampu mengidentifikasi corak, bentuk, dan fungsi seni patung.
  • Peserta didik mampu membedakan bahan dan teknik pembuatan patung tiga dimensi.
  • Peserta didik mampu menciptakan karya seni patung orisinal berbahan lunak dengan teknik butsir yang rapi.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Seni Patung Mancanegara dan Tradisional Nusantara mengajak peserta didik menyelami karya seni rupa tiga dimensi (*trimatra*) yang memiliki volume ruang nyata dan dapat dinikmati dari berbagai sudut pandang.

Peserta didik mempelajari ragam fungsi penciptaan patung (fungsi religius tempat ibadah, fungsi monumen pengingat jasa pahlawan, fungsi arsitektur estetika bangunan, fungsi dekorasi taman, serta seni patung ekspresi murni), serta membandingkan patung tradisional Nusantara (patung Asmat Papua, Toraja, Bali) dengan patung klasik dunia.

Materi difokuskan pada praktik pembentukan patung menggunakan bahan lunak (tanah liat, plastisin, bubur kertas, sabun batangan) dengan teknik butsir dan cetak, serta pengenalan teknik pahat pada bahan sedang/keras (kayu lunak randu/mahoni, batu padas).

Peta subtopik bahasan

  • Konsep, Ragam Corak, dan Fungsi Seni Patung

    Menelaah bentuk figuratif (realis), deformatif, non-figuratif (abstrak), serta fungsi patung sosial dan personal.

  • Karakteristik Bahan dan Alat Seni Patung

    Membedakan bahan lunak, sedang, keras, cor, dan penggunaan alat sudip butsir serta tatah pahat.

  • Teknik Berkarya Patung Tiga Dimensi

    Mempraktikkan teknik butsir (mengurangi-menambah bahan), cetak tuang (cor semen/gips), dan konstruksi.

  • Kreasi Patung Berkarakter dari Bahan Lunak

    Membuat patung satwa langka atau tokoh pahlawan dari plastisin/sabun batangan.

Istilah kunci dan glosarium

Seni Patung
Karya seni rupa tiga dimensi yang diciptakan dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memahat) atau aditif (menambah bahan seperti membutsir/mengecor).
Butsir
Alat bantu berkarya patung dari kayu dan kawat lentur untuk mengurangi, mencongkel, atau menghaluskan bahan lunak tanah liat/plastisin.
Patung Monumen
Patung yang dibuat khusus untuk mengenang peristiwa bersejarah atau jasa tokoh pahlawan bangsa.
Patung Asmat
Karya seni ukir patung tradisional suku Asmat Papua yang sarat nilai spiritual penghormatan kepada arwah nenek moyang (Mbis).
Teknik Cor
Teknik pembuatan karya seni tiga dimensi dengan menuangkan adonan cair (gips, semen, perunggu) ke dalam cetakan cetakan negatif hingga mengeras.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Patung Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan Patung Proklamator Soekarno-Hatta diciptakan dengan fungsi utama sebagai patung...

  • A. Religius untuk ritual penyembahan
  • B. Monumen untuk mengenang peristiwa bersejarah dan jasa pahlawan bangsa
  • C. Dekorasi taman bermain
  • D. Arsitektur penopang atap
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Patung monumen dirancang khusus untuk mengabadikan peristiwa bersejarah besar atau jasa tokoh bangsa agar menjadi inspirasi generasi penerus.

Soal 2

Alat penting berbahan kayu dengan ujung kawat melengkung yang digunakan untuk mengurangi atau menambah bahan plastisin dan tanah liat saat membuat patung adalah...

  • A. Pahat tatah
  • B. Sudip Butsir
  • C. Kuas lukis
  • D. Gergaji mesin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Butsir (*modeling tool*) digunakan untuk membentuk detail, mengeruk, dan menghaluskan permukaan patung berbahan lunak.

Soal 3

Seni ukir patung tradisional suku Asmat di Papua memiliki ciri khas bentuk yang ramping menjulang tinggi dengan motif tumpuk nenek moyang. Patung tersebut dikenal dengan sebutan patung...

  • A. Tau-tau
  • B. Mbis
  • C. Totem
  • D. Arca Dwarapala
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Patung Mbis adalah tiang totem ukir kayu khas Asmat yang menggambarkan figur nenek moyang suku Asmat yang dihormati.

Soal 4

Teknik pembuatan patung yang dilakukan dengan cara mengurangi bagian demi bagian dari balok kayu atau batu menggunakan pahat dan palu disebut teknik...

  • A. Teknik Pahat (Subtraktif)
  • B. Teknik Butsir (Aditif)
  • C. Teknik Cetak Cor
  • D. Teknik Anyam
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Teknik pahat adalah metode subtraktif di mana massa bahan padat keras dikurangi sedikit demi sedikit hingga mencapai bentuk yang diinginkan.

Soal 5

Bahan berikut yang tergolong ke dalam kategori 'Bahan Lunak' yang sangat aman dan mudah dibentuk peserta didik untuk membuat model patung di kelas adalah...

  • A. Batu andesit dan marmer
  • B. Kayu jati dan besi cor
  • C. Plastisin, tanah liat, dan sabun batangan
  • D. Kaca patri
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan C

Pembahasan: Plastisin, tanah liat, dan sabun batangan bertekstur empuk dan lentur sehingga dapat dibentuk langsung menggunakan tangan dan butsir.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Seni Rupa lainnya

  • Seni di Sekitarku dan Aneka Garis

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Aneka Bentuk dan Warna Dasar

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Eksplorasi Tekstur dengan Teknik Frottage

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1