Modul Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kelas 9 SMP: Keterampilan Gerak Atletik Lanjutan (Bab 3)

Pembelajaran lari sambung estafet nomor 4x400 meter, biomekanika tolak peluru gaya membelakangi (O'Brien) dan gaya menyamping (Ortodoks), serta tahapan lempar lembing.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Peserta didik mampu mempraktikkan teknik lari sambung estafet 4x400 meter dan penerimaan visual.
  • Peserta didik mampu melakukan gerak spesifik tolak peluru gaya O'Brien secara runtut.
  • Peserta didik mampu menganalisis pengaruh sudut tolakan dan kecepatan awalan terhadap jarak tolakan peluru.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Keterampilan Gerak Atletik Lanjutan memperdalam penguasaan efisiensi biomekanika tubuh dalam nomor lari estafet jarak jauh dan nomor lempar/tolak lapangan.

Peserta didik mempelajari strategi lari sambung *estafet 4x400 meter*, mencakup pembagian pelari berdasarkan daya tahan asam laktat, teknik pergantian tongkat secara visual, dan aturan perpindahan lintasan (*break line*).

Materi difokuskan pada analisis kinestetik tolak peluru gaya membelakangi (*O'Brien style / glide*) dan gaya menyamping (*Ortodoks*), mulai dari teknik memegang peluru di leher, luncuran geser kaki (*glide*), putaran panggul, lecutan dorongan lengan 45 derajat, hingga gerak ikutan pemulihan keseimbangan (*follow-through*).

Peta subtopik bahasan

  • Lari Estafet Nomor 4x400 Meter

    Menerapkan start jongkok pelari pertama, penerimaan tongkat visual, dan strategi pacing.

  • Tolak Peluru Gaya Ortodoks (Menyamping)

    Melatih sikap berdiri menyamping, ayunan kaki awalan, tolakan kuat, dan gerak ikutan.

  • Tolak Peluru Gaya O'Brien (Membelakangi)

    Menguasai luncuran kaki membelakangi sektor lemparan (glide) dan pemanfaatan torsi panggul.

  • Prinsip Keselamatan dan Peraturan Lempar Lapangan

    Memahami sudut lemparan optimum 40-45 derajat, sektor tolakan, dan pencegahan cedera.

Istilah kunci dan glosarium

Gaya O'Brien
Gaya tolak peluru dengan posisi awalan membelakangi sektor tolakan (glide technique) untuk memperpanjang jarak percepatan dorongan peluru.
Gaya Ortodoks
Gaya tolak peluru konvensional di mana atlet berdiri menyamping terhadap sektor sasaran tolakan.
Penerimaan Visual
Teknik serah terima tongkat estafet pada nomor jarak jauh di mana pelari penerima menolehkan pandangannya ke belakang untuk melihat tongkat yang dibawa rekan.
Follow Through
Gerakan lanjutan tubuh setelah peluru lepas dari tangan untuk menjaga keseimbangan dan mencegah atlet terjatuh keluar dari lingkaran tolakan.
Sektor Lemparan
Area berbentuk kerucut bersudut sekitar 34,92 derajat di lapangan yang menjadi zona sah pendaratan peluru/lembing.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Perbedaan pokok teknik pergantian tongkat pada lari estafet nomor 4x400 meter dibandingkan nomor 4x100 meter adalah...

  • A. Pada 4x400m pelari penerima menggunakan cara visual (menoleh dan melihat tongkat saat menerima) karena pelari pembawa sudah sangat lelah
  • B. Pada 4x400m tongkat boleh dilempar dari jauh
  • C. Pada 4x400m pelari tidak boleh melihat ke belakang
  • D. Pada 4x400m pelari hanya menggunakan 2 orang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Pada nomor 4x400 meter, kecepatan pelari pembawa menurun akibat kelelahan sehingga pelari penerima wajib menoleh (visual) agar tongkat tidak terjatuh.

Soal 2

Keunggulan biomekanika tolak peluru gaya membelakangi (*O'Brien*) dibandingkan gaya menyamping (*Ortodoks*) adalah...

  • A. Beban peluru terasa lebih ringan
  • B. Memberikan lintasan akselerasi daya dorong yang lebih panjang pada tubuh dan peluru sehingga menghasilkan tolakan yang lebih jauh
  • C. Tidak memerlukan latihan kaki
  • D. Peluru otomatis melayang di udara tanpa didorong
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Gaya O'Brien memperpanjang jarak dan waktu kontak percepatan (*acceleration path*) dorongan dari tungkai kaki melintasi putaran tubuh hingga lepasnya peluru.

Soal 3

Posisi peluru yang benar sebelum ditolakkan adalah...

  • A. Diletakkan di telapak tangan lalu diayun dari belakang punggung
  • B. Ditempelkan pada leher di bawah daun telinga dengan siku membuka ke samping 45 derajat dan ditopang pangkal jari-jari tangan
  • C. Dipegang dengan kedua tangan di depan dada
  • D. Diletakkan di atas bahu belakang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Peluru ditaruh di pangkal jari tangan dan ditempelkan rapat di cekungan leher bawah rahang agar daya tolak berasal dari dorongan murni lengan (*push*), bukan lemparan (*throw*).

Soal 4

Sudut elevasi pelepasan peluru yang paling ideal secara fisika biomekanika untuk mencapai jarak tolakan horizontal maksimal adalah sekitar...

  • A. 15 - 20 derajat
  • B. 38 - 42 derajat (mendekati 45 derajat)
  • C. 75 - 80 derajat
  • D. 90 derajat tegak lurus
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Secara aerodinamika gerak parabola dengan titik pelepasan di atas tanah, sudut lepas optimum tolak peluru berkisar antara 38–42 derajat.

Soal 5

Hasil tolakan peluru seorang atlet dinyatakan DISKUALIFIKASI (TIDAK SAH) oleh juri apabila...

  • A. Peluru mendarat di dalam sektor lemparan
  • B. Setelah menolak, atlet melangkah keluar lingkaran melewati bagian depan balok pembatas
  • C. Atlet berteriak keras saat mendorong peluru
  • D. Peluru ditolak menggunakan satu tangan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Regulasi atletik mewajibkan atlet keluar lingkaran dari separuh lingkaran bagian belakang setelah peluru mendarat sah di dalam sektor.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) lainnya

  • Pola Gerak Dasar Lokomotor

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1

  • Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1

  • Pola Gerak Dasar Manipulatif

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1