Modul Ajar Sejarah Kelas 12 SMA: Stabilitas Politik, Pembangunan Ekonomi, dan Kontradiksi Era Orde Baru (1966–1998) (Bab 3)

Menganalisis transisi kekuasaan 1966, konsep Dwifungsi ABRI, kebijakan Repelita dan swasembada pangan, hegemoni politik Golkar, hingga krisis moneter 1997.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Menganalisis proses transisi kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar 1966).
  • Mengevaluasi kebijakan pembangunan ekonomi (Trilogi Pembangunan, Repelita, Revolusi Hijau/Swasembada Beras 1984) dan kebijakan stabilitas politik (Dwifungsi ABRI, Fusi Partai Politik, Asas Tunggal Pancasila).
  • Menganalisis kontradiksi sosial-politik (korupsi, kolusi, nepotisme/KKN, represi kebebasan pers, pelanggaran HAM) yang memicu krisis multidimensi 1997/1998.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Lahirnya rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto bermula dari krisis politik-keamanan pasca-peristiwa G30S 1965, yang dikukuhkan melalui mandat Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar 1966) dan Sidang Istimewa MPRS 1967. Orde Baru mengusung tekad untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dengan meletakkan fokus utama pada stabilitas politik nasional demi kelancaran pembangunan ekonomi.

Di bidang ekonomi, pemerintah Orde Baru menerapkan rencana pembangunan berkesinambungan (Repelita) berlandaskan Trilogi Pembangunan (stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan). Keberhasilan pengendalian hiperinflasi, modernisasi pertanian (*Revolusi Hijau*) yang berbuah penghargaan Swasembada Pangan FAO tahun 1984, serta pembangunan masif infrastruktur dasar sekolah (SD Inpres) dan puskesmas menjadi capaian nyata periode ini.

Namun, pencapaian ekonomi tersebut diiringi oleh kontrol politik yang sangat ketat melalui doktrin Dwifungsi ABRI, fusi partai politik menjadi 3 kontestan (PPP, Golkar, PDI), depolitisasi massa (*massa mengambang*), pembatasan kebebasan pers (*pembredelan*), serta maraknya praktik KKN. Kontradiksi struktural ini runtuh ketika krisis moneter Asia 1997 menghantam fundamental perekonomian Indonesia.

Peta subtopik bahasan

  • Transisi Supersemar 1966 dan Penataan Hubungan Luar Negeri

    Tritura, pembubaran PKI, normalisasi hubungan dengan Malaysia, dan kembalinya Indonesia ke PBB serta pendirian ASEAN (1967).

  • Struktur Politik Orde Baru: Dwifungsi ABRI dan Fusi Partai

    Konsep peran ganda militer (Hankam dan Sosial-Politik), monoloyalitas PNS, hegemoni Golkar, dan Pedoman P4 / Asas Tunggal.

  • Trilogi Pembangunan, Swasembada Beras, dan Krisis Moneter 1997

    Repelita I–VI, Revolusi Hijau Bimas/Inmas, utang luar negeri, ketergantungan modal asing, dan kejatuhan kurs rupiah 1997.

Istilah kunci dan glosarium

Supersemar
Surat Perintah Sebelas Maret 1966 dari Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pengamanan pemulihan stabilitas keamanan dan ketertiban nasional.
Trilogi Pembangunan
Landasan pembangunan Orde Baru yang mencakup: stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan pemerataan pembangunan beserta hasilnya.
Dwifungsi ABRI
Doktrin militer Orde Baru yang menetapkan peran ABRI tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan keamanan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial-politik di pemerintahan dan parlemen.
Fusi Partai Politik 1973
Kebijakan penyederhanaan partai politik menjadi tiga kontestan: PPP (partai Islam), PDI (partai nasionalis dan non-Islam), dan Golongan Karya (Golkar).
Floating Mass (Massa Mengambang)
Konsep politik Orde Baru yang melarang pembentukan ranting partai politik di tingkat pedesaan agar masyarakat desa fokus pada pembangunan ekonomi.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Fokus utama strategi pembangunan ekonomi pemerintah Orde Baru yang dirumuskan oleh tim ekonom teknokrat (Mafia Berkeley) pada awal masa kekuasaan adalah...

  • A. Menasionalkan seluruh aset perusahaan asing di Indonesia tanpa ganti rugi.
  • B. Menstabilkan hiperinflasi (mencapai 650% pada 1965), menjadwalkan ulang utang luar negeri melalui Paris Club, dan menerbitkan UU Penanaman Modal Asing (PMA 1967).
  • C. Menutup total perdagangan internasional dengan negara Barat.
  • D. Membagikan seluruh kas negara kepada masyarakat secara cuma-cuma.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Stabilisasi moneter, rehabilitasi ekonomi, UU PMA 1967, dan negosiasi utang luar negeri menjadi langkah fundamental pembuka arus modal investasi ke Indonesia di awal Orde Baru.

Soal 2

Penerapan konsep 'Dwifungsi ABRI' pada masa pemerintahan Orde Baru diwujudkan dalam praktik kenegaraan melalui...

  • A. Larangan bagi anggota militer untuk menduduki jabatan publik apa pun.
  • B. Penempatan perwira militer aktif dalam jabatan sipil seperti gubernur, bupati, menteri, direksi BUMN, serta fraksi khusus tanpa pemilu di DPR/MPR.
  • C. Penghapusan seluruh anggaran militer demi pembangunan sekolah.
  • D. Pembubaran akademi militer nasional.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Dwifungsi ABRI melegitimasi dominasi militer di ranah politik dan birokrasi pemerintahan sipil selama tiga dekade kepemimpinan Orde Baru.

Soal 3

Capaian sektor pertanian Indonesia yang memperoleh penghargaan bergengsi dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada tahun 1984 adalah...

  • A. Keberhasilan menjadi importir kedelai terbesar di dunia.
  • B. Keberhasilan mencapai Swasembada Beras nasional setelah sebelumnya menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia.
  • C. Penemuan bibit pohon gandum tropis pertama di Asia.
  • D. Penggantian seluruh lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Melalui program Panca Usaha Tani, intensifikasi Bimas/Inmas, pembangunan bendungan, dan subsidi pupuk, Indonesia berhasil beralih dari pengimpor beras terbesar menjadi swasembada beras pada 1984.

Soal 4

Dampak negatif dari penerapan konsep 'Massa Mengambang' (Floating Mass) dan hegemoni Golkar terhadap pendidikan politik masyarakat pada masa Orde Baru adalah...

  • A. Meningkatnya partisipasi kritis masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik.
  • B. Terjadinya depolitisasi masyarakat di tingkat akar rumput dan matinya kontrol demokratis terhadap jalannya kekuasaan eksekutif.
  • C. Terlaksananya pemilu yang sangat kompetitif dan adil.
  • D. Lahirnya puluhan partai politik baru setiap tahun di pedesaan.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Depolitisasi massa mengisolasi masyarakat pedesaan dari artikulasi politik kritis, menciptakan dominasi tunggal kekuasaan dan melemahkan kontrol publik.

Soal 5

Pemicu langsung krisis ekonomi dan politik 1997–1998 yang berujung pada jatuhnya kekuasaan Presiden Soeharto adalah...

  • A. Meletusnya gunung berapi di seluruh kepulauan Indonesia secara bersamaan.
  • B. Krisis moneter regional Asia yang menyebabkan anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS secara drastis, membengkaknya utang luar negeri swasta, dan lonjakan harga kebutuhan pokok.
  • C. Kemenangan mutlak partai oposisi dalam Pemilu 1997.
  • D. Berhentinya seluruh pasokan minyak mentah dunia dari Timur Tengah.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Krisis nilai tukar rupiah memicu kebangkrutan perbankan dan dunia usaha, inflasi tinggi, kelangkaan sembako, dan gelombang demonstrasi mahasiswa menuntut reformasi total.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Sejarah lainnya

  • Pengantar Ilmu Sejarah dan Berpikir Historis

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 1

  • Kehidupan Manusia Purba dan Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 1

  • Jalur Rempah dan Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 2