Modul Ajar Sejarah Kelas 11 SMA: Kebangkitan Nasional dan Lahirnya Kesadaran Kebangsaan (Bab 3)

Lahirnya Budi Utomo 1908, perkembangan Sarekat Islam, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia dengan manifesto politik 1925, Kongres Pemuda II dan ikrar Sumpah Pemuda 1928, serta peran pers dan gerakan perempuan.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Peserta didik mampu menganalisis latar belakang, dinamika organisasi, dan strategi pergerakan nasional Indonesia.
  • Peserta didik mampu mengevaluasi makna historis Sumpah Pemuda 1928 dalam pembentukan identitas kebangsaan.
  • Peserta didik mampu meneladani semangat persatuan, inklusivitas, dan nasionalisme kaum muda pergerakan.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Memasuki awal abad ke-20, corak perjuangan bangsa Indonesia mengalami transformasi fundamental dari perlawanan fisik kedaerahan menuju pergerakan nasional modern yang terorganisasi, bersifat lintas-etnis, dan berorientasi pada pencapaian kemerdekaan Indonesia bersatu.

Kelahiran Budi Utomo pada 20 Mei 1908 menjadi pelopor kebangkitan nasional, diikuti oleh Sarekat Islam sebagai gerakan massa kerakyatan pertama, dan Indische Partij yang secara terang-terangan menyuarakan nasionalisme Hindia (*Indiesche Nationalisme*). Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda mencetuskan Manifesto Politik 1925 tentang kesatuan nasional, solidaritas, dan kemandirian (*self-reliance*).

Puncak kristalisasi identitas kebangsaan terwujud dalam peristiwa bersejarah Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 yang mengikrarkan Sumpah Pemuda: Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Persatuan, yakni Indonesia. Gerakan pers pribumi dan Kongres Perempuan Indonesia 1928 turut mempercepat konsolidasi integrasi bangsa.

Peta subtopik bahasan

  • Kelahiran Budi Utomo 1908 dan Pelopor Pergerakan Modern

    Menelaah gagasan dr. Wahidin Soedirohoesodo dan Soetomo dalam memajukan pendidikan priyayi.

  • Perkembangan Sarekat Islam dan Indische Partij (Tiga Serangkai)

    Menganalisis kepemimpinan H.O.S. Tjokroaminoto serta radikalisme Douwes Dekker, Cipto, dan Ki Hajar Dewantara.

  • Perhimpunan Indonesia dan Manifesto Politik 1925

    Mengkaji peran Mohammad Hatta di Belanda dalam mempopulerkan nama 'Indonesia' di kancah internasional.

  • Kongres Pemuda II 1928 dan Kongres Perempuan Pertama

    Menyelami ikrar Sumpah Pemuda, pemutaran lagu Indonesia Raya W.R. Soepratman, dan emansipasi wanita.

Istilah kunci dan glosarium

Kebangkitan Nasional
Periode bangkitnya kesadaran berbangsa dan berorganisasi modern rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan nasional (dimulai 1908).
Tiga Serangkai
Tiga tokoh pendiri Indische Partij tahun 1912: E.F.E. Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
Manifesto Politik 1925
Pernyataan sikap politik Perhimpunan Indonesia di Belanda yang menegaskan prinsip kemerdekaan, non-kooperasi, kesatuan bangsa, dan kemandirian.
Sumpah Pemuda
Ikrar bersejarah tanggal 28 Oktober 1928 yang menegaskan ikatan satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan: Indonesia.
Non-Kooperatif
Taktik perjuangan organisasi pergerakan yang menolak bekerja sama dalam dewan-dewan perwakilan bentukan pemerintah kolonial Belanda.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Organisasi pergerakan modern pertama di Indonesia yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh para pelajar STOVIA adalah...

  • A. Budi Utomo
  • B. Sarekat Islam
  • C. Indische Partij
  • D. Partai Nasional Indonesia
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Budi Utomo didirikan 20 Mei 1908 di Jakarta dan diperingati setiap tahun sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Soal 2

Tokoh pergerakan nasional yang menulis artikel satir terkenal berjudul 'Als Ik Eens Nederlander Was' (Seandainya Aku Seorang Belanda) adalah...

  • A. Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara)
  • B. dr. Cipto Mangunkusumo
  • C. H.O.S. Tjokroaminoto
  • D. Mohammad Hatta
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Ki Hajar Dewantara menulis artikel tersebut untuk mengkritik rencana perayaan kemerdekaan Belanda yang dibiayai oleh rakyat jajahan.

Soal 3

Intisari ikrar Sumpah Pemuda yang disepakati dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 di Jakarta menegaskan...

  • A. Satu tumpah darah (Tanah Air Indonesia), satu bangsa (Bangsa Indonesia), dan menjunjung bahasa persatuan (Bahasa Indonesia)
  • B. Mendukung penjajahan Belanda asalkan rakyat diberi makan gratis
  • C. Pemisahan wilayah Indonesia menjadi negara-negara suku mandiri
  • D. Menolak pemakaian bahasa Indonesia dalam pergaulan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Sumpah Pemuda mengikat komitmen trilogi kebangsaan: tanah air, bangsa, dan bahasa persatuan.

Soal 4

Organisasi mahasiswa pergerakan di Belanda yang pertama kali menggunakan nama 'Indonesia' secara politis dan mencetuskan Manifesto Politik 1925 adalah...

  • A. Perhimpunan Indonesia (Indische Vereeniging)
  • B. Jong Java
  • C. Jong Ambon
  • D. Gerindo
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Perhimpunan Indonesia dipimpin Mohammad Hatta mempopulerkan identitas nama 'Indonesia' di fora internasional.

Soal 5

Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta menghasilkan keputusan penting berupa...

  • A. Pembentukan Perikatan Perempuan Indonesia (PPI) dan penetapan tonggak Hari Ibu di Indonesia
  • B. Penolakan hak wanita untuk menempuh pendidikan sekolah
  • C. Larangan bagi perempuan ikut dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
  • D. Kewajiban wanita untuk menjadi tentara tempur militer kolonial
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Kongres Perempuan I memperjuangkan emansipasi, perlindungan perempuan dalam perkawinan, dan hak pendidikan.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Sejarah lainnya

  • Pengantar Ilmu Sejarah dan Berpikir Historis

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 1

  • Kehidupan Manusia Purba dan Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 1

  • Jalur Rempah dan Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 2