Pencak silat merupakan seni bela diri warisan adiluhung budaya bangsa yang memadukan keindahan gerak wiraga, kemahiran wirama, penghayatan wirasa, dan falsafah budi pekerti luhur ksatria. Pendekar silat diajarkan menjaga diri, membela kebenaran, dan tidak menggunakan jurus untuk keangkuhan.
Penguasaan kuda-kuda (depan, tengah, samping), pola langkah, pukulan lurus/bandul, tendangan lurus/T, tangkisan, dan kuncian melatih ketahanan fisik, ketajaman konsentrasi, serta kecepatan reflek pertahanan.
Kebugaran jasmani diukur melalui tes baku (*sit-up, push-up, shuttle run, bleep test / lari 2,4 km*) untuk mengevaluasi komponen daya tahan kardiorespiratori, kekuatan otot, kelincahan, dan kelentukan tubuh. Peserta didik menyusun program latihan kebugaran personal.
- Kuda-Kuda
- Posisi menapakkan kaki untuk memperkokoh tumpuan badan saat hendak melancarkan serangan atau belaan pencak silat.
- Tendangan T
- Teknik tendangan menyamping dalam pencak silat dengan perkenaan tumit atau sisi luar telapak kaki membentuk postur huruf T.
- VO2 Max
- Volume maksimum oksigen yang dapat diproses dan diserap oleh tubuh manusia saat melakukan aktivitas fisik intensif.
- Circuit Training
- Metode latihan kebugaran yang terdiri atas rangkaian pos-pos latihan fisik yang dilakukan secara berurutan dengan jeda istirahat singkat.
- Kelincahan (Agility)
- Kemampuan tubuh untuk mengubah arah gerakan secara cepat dan tepat tanpa kehilangan keseimbangan badan.
Tidak ada bahan ajar yang cocok dengan kriteria pencarian.