Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 SMA: Sejarah dan Peran Ulama dalam Penyebaran Islam di Nusantara (Bab 5)

Pembelajaran teori masuknya Islam ke Indonesia (Gujarat, Makkah, Persia, Cina), jalur-jalur islamisasi damai (perdagangan, perkawinan, pendidikan pesantren, tasawuf, kesenian), peran Walisongo, dan akulturasi budaya Islam nusantara.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Peserta didik mampu menganalisis teori masuknya Islam dan jalur-jalur islamisasi di Indonesia secara kritis.
  • Peserta didik mampu menelaah strategi dakwah kultural Walisongo dan peran ulama nusantara.
  • Peserta didik mampu meneladani nilai moderasi beragama, kearifan lokal, dan semangat dakwah damai.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Penyebaran Islam di Kepulauan Nusantara berlangsung secara damai (*penetration pacifique*) tanpa melalui agresi penaklukan militer. Karakteristik dakwah Islam yang santun, fleksibel terhadap kearifan lokal, dan mengedepankan persamaan derajat manusia mempercepat penerimaan Islam oleh berbagai lapisan masyarakat.

Para ulama dan saudagar muslim menyebarkan dakwah melalui beragam saluran strategis: jalur perdagangan maritim di pesisir selat Malaka, jalur perkawinan bangsawan, jalur pendidikan pesantren dan padepokan, jalur tasawuf yang mendalam, serta jalur kesenian rakyat seperti wayang kulit dan tembang Jawa.

Kiprah Walisongo di Pulau Jawa dan para ulama nusantara di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku meletakkan fondasi tradisi Islam nusantara yang moderat (*wasathiyah*), menghargai kebinekaan, dan menjunjung tinggi persaudaraan kebangsaan.

Peta subtopik bahasan

  • Teori-Teori Masuknya Islam ke Nusantara

    Membandingkan bukti arkeologis dan naskah kuno Teori Gujarat (Snouck Hurgronje), Teori Makkah (Buya Hamka), Teori Persia, dan Teori Cina.

  • Saluran-Saluran Islamisasi Damai di Indonesia

    Menelaah efektivitas jalur perdagangan rempah, asimilasi perkawinan, pendidikan surau/pesantren, dan diplomasi politik.

  • Metode Dakwah Walisongo dan Pendekatan Kultural

    Menganalisis strategi dakwah Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, dan Sunan Kudus dalam mengakulturasikan nilai Islam dengan seni lokal.

  • Keteladanan Ulama Nusantara dalam Merawat Moderasi Beragama

    Mengambil ibrah dari sikap toleran ulama nusantara dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.

Istilah kunci dan glosarium

Penetration Pacifique
Penyebaran atau masuknya suatu kebudayaan dan agama ke dalam masyarakat secara damai tanpa paksaan kekerasan atau penaklukan militer.
Teori Makkah
Teori sejarah yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Arab (Makkah/Madinah) sejak abad ke-7 Masehi (abad ke-1 Hijriah).
Walisongo
Sembilan tokoh ulama penyebar agama Islam terkemuka di Pulau Jawa pada abad ke-15 hingga ke-16 Masehi.
Akulturasi
Proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu tanpa menghilangkan kepribadian asli kebudayaan masing-masing.
Islam Wasathiyah
Pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang mengedepankan prinsip moderasi, keadilan, keseimbangan, dan toleransi.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Teori masuknya Islam ke Indonesia yang dikemukakan oleh Buya Hamka menyatakan bahwa Islam datang langsung dari tanah Arab pada abad ke-7 Masehi. Argumen utama teori ini didasarkan pada...

  • A. Batu nisan Sultan Malik As-Saleh yang bercorak Gujarat
  • B. Catatan Dinasti Tang tentang adanya perkampungan saudagar Arab (Ta'shih) di pesisir barat Sumatra (Barus)
  • C. Kemiripan tradisi perayaan 10 Muharram (Tabuik) di Pariaman
  • D. Catatan perjalanan penjelajah Marco Polo pada abad ke-13
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Teori Makkah didukung oleh catatan Tiongkok Dinasti Tang (674 M) tentang perkampungan bangsa Arab muslim di pantai barat Sumatra (Barus).

Soal 2

Strategi dakwah kultural yang diterapkan oleh Sunan Kalijaga dalam menarik minat masyarakat Jawa untuk memeluk agama Islam adalah melalui media...

  • A. Pementasan wayang kulit yang disisipi nilai-nilai tauhid dan tembang Ilir-Ilir
  • B. Penetapan pajak upeti yang tinggi kepada rakyat
  • C. Pelarangan seluruh kesenian tradisional
  • D. Perang terbuka melawan kerajaan Hindu
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Sunan Kalijaga memanfaatkan wayang kulit, gamelan Sekaten, dan tembang filosofis (*Lir-Ilir*) sebagai sarana dakwah santun yang digemari masyarakat.

Soal 3

Sikap toleransi tinggi ditunjukkan oleh Sunan Kudus dalam berdakwah kepada masyarakat yang mayoritas masih memeluk agama Hindu dengan cara...

  • A. Membongkar seluruh tempat ibadah kuno
  • B. Melarang penyembelihan hewan sapi saat Idul Adha dan menggantinya dengan kerbau demi menghormati umat Hindu
  • C. Memaksa masyarakat mengubah nama daerah
  • D. Membangun tembok pembatas pemukiman
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Sunan Kudus melarang menyembelih sapi (hewan suci bagi umat Hindu) dan menyembelih kerbau sebagai bentuk penghormatan dan kearifan dakwah.

Soal 4

Contoh wujud akulturasi arsitektur bangunan Islam dengan budaya lokal nusantara yang masih berdiri kokoh hingga saat ini adalah...

  • A. Atap tumpang bertingkat pada Masjid Agung Demak dan Menara Masjid Kudus yang menyerupai candi
  • B. Gedung pencakar langit modern berornamen kaca
  • C. Benteng pertahanan bergaya kolonial Portugis
  • D. Kubah kubus bergaya Bizantium murni
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Masjid Agung Demak (atap tumpang Meru) dan Menara Kudus (bercorak candi bata merah) adalah bukti nyata akulturasi harmonis Islam-Jawa-Hindu.

Soal 5

Nilai keteladanan yang paling esensial dari sejarah masuknya Islam secara damai di Indonesia bagi generasi muda saat ini adalah...

  • A. Menolak berdialog dengan pihak yang berbeda pandangan
  • B. Mengembangkan sikap dakwah yang santun, menghargai keragaman budaya, dan mengedepankan dialog kebangsaan yang inklusif
  • C. Meniru seluruh budaya asing tanpa proses seleksi moral
  • D. Memaksakan kehendak kelompok kepada orang lain
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Prinsip dakwah *bil hikmah wal mau'idhatil hasanah* (kebijaksanaan dan nasihat baik) menjadi pondasi kerukunan umat beragama di Indonesia.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti lainnya

  • Aku Cinta Al-Qur'an dan Huruf Hijaiyah

    Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas 1 · Semester 1

  • Mengenal Rukun Iman

    Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas 1 · Semester 1

  • Membiasakan Kalimat Thayyibah

    Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas 1 · Semester 1