Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6 Bab 3: Seni Patung dan Konstruksi 3D Ekspresif

Mengenal ragam seni patung 3 dimensi (patung figuratif, satwa, abstrak), membuat kerangka kawat armature, dan membentuk karya patung menggunakan bahan plastisin, tanah liat, atau bubur semen.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Membuat kerangka kawat penyangga yang kokoh untuk patung bentuk dinamis.
  • Menerapkan teknik memilin, menempel, dan membutsir bahan lunak menjadi figur patung 3 dimensi.
  • Mengapresiasi keindahan karya patung monumen bersejarah karya seniman kenamaan Indonesia.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Seni Patung dan Konstruksi 3D Ekspresif membimbing peserta didik kelas enam menguasai cabang seni rupa tiga dimensi murni melalui eksplorasi seni patung figuratif dan semi-abstrak. Patung memiliki dimensi panjang, lebar, tinggi, dan volume nyata yang dapat dinikmati dari segala arah sudut pandang (360 derajat).

Peserta didik mempelajari teknik perakitan rangka dalam (*armature*) menggunakan kawat kasa/kawat bendrat dan kayu penyangga, yang kemudian dilapisi bahan lunak plastis (seperti tanah liat, plastisin, atau bubur semen/kertas). Mereka mempraktikkan teknik aditif (menambah massa bahan) dan teknik subtraktif (mengikis/mengurangi bahan).

Melalui penciptaan patung bertema satwa langka Nusantara (komodo, orangutan, burung cenderawasih, harimau sumatera), peserta didik melatih kepekaan proporsi anatomis 3 dimensi, pemahaman struktur keseimbangan gravitasi, dan kepedulian terhadap konservasi satwa dilindungi.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Pengertian, Jenis, dan Fungsi Seni Patung (Patung Monumen, Dekorasi, Figuratif, Abstrak)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai pengertian, jenis, dan fungsi seni patung (patung monumen, dekorasi, figuratif, abstrak).

  • Topik B: Teknik Pembuatan Rangka Dalam (Armature) dari Kawat dan Kayu Penyangga

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai teknik pembuatan rangka dalam (armature) dari kawat dan kayu penyangga.

  • Topik C: Metode Pembentukan Massa: Teknik Aditif (Menambah) dan Subtraktif (Mengikis)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai metode pembentukan massa: teknik aditif (menambah) dan subtraktif (mengikis).

  • Topik D: Penyelesaian Patung Satwa Nusantara dengan Efek Tekstur Alami dan Warna Realis

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai penyelesaian patung satwa nusantara dengan efek tekstur alami dan warna realis.

Istilah kunci dan glosarium

Seni Patung
Karya seni rupa tiga dimensi murni ciptaan manusia yang bervolume dan dapat diamati secara utuh dari sudut pandang 360 derajat.
Armature (Rangka)
Kerangka struktur dalam berbahan kawat atau kayu yang berfungsi menopang berat massa bahan patung agar tidak roboh.
Teknik Aditif
Metode pembuatan patung dengan cara menambahkan dan menempelkan bahan lunak sedikit demi sedikit hingga mencapai bentuk yang diinginkan.
Teknik Subtraktif
Metode pembuatan patung dengan cara mengurangi, mengikis, atau memahat bahan keras (batu/kayu) untuk memunculkan bentuk figur.
Keseimbangan Statis 3D
Distribusi titik berat massa patung pada alas penyangga sehingga patung dapat berdiri tegak mandiri tanpa jatuh terbalik.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Fungsi utama pembuatan rangka kawat (armature) di bagian dalam patung hewan berkaki empat adalah...

  • A. Menambah biaya pembuatan patung
  • B. Sebagai kerangka penopang yang memberikan kekuatan struktur agar bahan plastisin atau tanah liat tidak patah atau melorot saat dibentuk
  • C. Membuat patung bisa bersuara kencang
  • D. Agar patung bisa meleleh terkena panas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Rangka armature bertindak seperti kerangka tulang biologis yang menahan gaya gravitasi dan menjaga kestabilan massa tanah liat.

Soal 2

Perbedaan utama antara teknik aditif dan teknik subtraktif dalam pembuatan karya patung adalah...

  • A. Teknik aditif menambah massa bahan (menempelkan lempung), sedangkan teknik subtraktif mengurangi massa bahan (memahat/mengikis batu)
  • B. Teknik aditif hanya menggunakan cat cair, teknik subtraktif menggunakan kertas
  • C. Teknik subtraktif membuat patung menjadi tidak terlihat
  • D. Kedua teknik tersebut persis sama tanpa perbedaan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Aditif membangun volume dengan penambahan bahan lunak (*modeling*), sedangkan subtraktif mengukir pengurangan bahan (*carving*).

Soal 3

Patung Komodo yang dibuat dengan memperhatikan tekstur sisik tebal pada kulit, cakar kaki yang mencengkeram, dan ekor meliuk bervolume merupakan contoh jenis patung...

  • A. Patung abstrak nonfiguratif murni
  • B. Patung figuratif realis
  • C. Patung geometris datar dua dimensi
  • D. Patung transparan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Seni patung figuratif realis mereproduksi wujud fisik makhluk hidup nyata dengan proporsi, anatomi, dan tekstur yang akurat.

Soal 4

Agar sebuah patung satwa burung cenderawasih berkaki ramping dapat berdiri kokoh di atas meja pamer tanpa mudah terjatuh, hal yang harus dilakukan adalah...

  • A. Membiarkan patung tergeletak miring di lantai
  • B. Memasang bagian kaki patung tertancap kuat pada papan landasan alas (*base/pedestal*) yang berat dan seimbang
  • C. Membuat kepala patung seberat mungkin melebihi badannya
  • D. Menggantung patung dengan seutas tali rapuh
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Tumpuan alas (base plate) yang kokoh memperlebar bidang tumpu dan menurunkan titik pusat gravitasi patung agar stabil.

Soal 5

Jenis patung monumen di tempat umum (seperti Patung Jenderal Sudirman atau Tugu Pahlawan) dibuat dengan tujuan utama untuk...

  • A. Menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan
  • B. Mengenang jasa pahlawan bangsa, memperingati peristiwa sejarah besar, dan menginspirasi nilai patriotisme rakyat
  • C. Tempat membuang sisa semen bangunan
  • D. Sebagai tiang penjemur pakaian warga
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Patung monumen memiliki fungsi sosial historis untuk merawat memori kolektif bangsa dan meneladani pengorbanan para tokoh pahlawan.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Seni Rupa lainnya

  • Seni di Sekitarku dan Aneka Garis

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Aneka Bentuk dan Warna Dasar

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Eksplorasi Tekstur dengan Teknik Frottage

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1