Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5 Bab 4: Membuat Karya Seni Anyaman Tradisional

Mengenal teknik anyaman dasar Nusantara (anyaman tunggal 1:1, anyaman ganda 2:2, anyaman kepang), menyiapkan pakan dan lungsin, serta membuat wadah serbaguna berbahan kertas manila atau janur.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Menganalisis prinsip struktur jalinan pita pakan dan pita lungsi dalam seni anyam.
  • Membuat produk anyaman ganda bermotif mata bintang atau kepang dengan kerapatan jalinan yang kuat.
  • Mengapresiasi warisan seni kriya anyam tradisional suku-suku di Indonesia.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Membuat Karya Seni Anyaman Tradisional mengajak peserta didik kelas lima mendalami kearifan seni kriya anyam Nusantara. Seni anyam merupakan keterampilan menyilangkan bilah-bilah bahan pakan (mendatar) dan bahan lungsi (tegak) secara tumpang-tindih beraturan untuk menghasilkan lembaran anyaman kokoh.

Peserta didik mempelajari prinsip anyaman tunggal (rumus 1:1 naik satu turun satu), anyaman ganda (rumus 2:2 atau kepang), serta anyaman kombinasi ragam hias motif geometris (seperti motif mata bintang, sasak, dan kepang). Eksperimen anyaman dipraktikkan menggunakan kertas warna-warni, pita jepang, bilah daun kelapa (janur), atau bilah bambu tipis.

Melalui pembuatan wadah anyaman mini, tatakan gelas (coaster), atau hiasan dinding motif etnik, peserta didik melatih ketelitian logika hitungan silang, kesabaran tinggi, kehalusan motorik tangan, dan kecintaan pada produk kerajinan warisan leluhur.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Mengenal Sejarah, Bahan Alami (Bambu, Rotan, Pandan, Janur), dan Jenis Anyaman

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai mengenal sejarah, bahan alami (bambu, rotan, pandan, janur), dan jenis anyaman.

  • Topik B: Konsep Dasar Pakan (Pita Horizontal) dan Lungsi (Pita Vertikal)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai konsep dasar pakan (pita horizontal) dan lungsi (pita vertikal).

  • Topik C: Praktik Anyaman Tunggal (1:1), Anyaman Ganda (2:2), dan Anyaman Tiga (3:3)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai praktik anyaman tunggal (1:1), anyaman ganda (2:2), dan anyaman tiga (3:3).

  • Topik D: Pembuatan Produk Anyaman Terapan Fungsional (Tatakan Gelas & Wadah Mini)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai pembuatan produk anyaman terapan fungsional (tatakan gelas & wadah mini).

Istilah kunci dan glosarium

Seni Anyam
Teknik membuat karya seni rupa atau kerajinan dengan menyilangkan bilah-bilah bahan secara tindih-menindih dan menyusup bergantian.
Pakan
Pita atau bilah anyaman yang disisipkan secara horizontal (mendatar) menyilang pada lungsi.
Lungsi
Pita atau bilah anyaman yang dipasang secara vertikal (tegak lurus) sebagai fondasi dasar susupan pakan.
Anyaman Tunggal
Pola anyaman paling dasar dengan rumus mengangkat satu lungsi dan menindih satu lungsi secara bergantian (1:1).
Anyaman Ganda (Kepang)
Pola anyaman dengan rumus mengangkat dua lungsi dan menindih dua lungsi (2:2) sehingga membentuk alur diagonal.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Dalam struktur anyaman tradisional, istilah untuk bilah-bilah anyaman yang diposisikan tegak lurus (vertikal) sebagai kerangka dasar adalah...

  • A. Bilah pakan
  • B. Bilah lungsi
  • C. Bilah pengunci
  • D. Bilah rumbai
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Lungsi adalah jalur bilah tegak (vertikal), sedangkan pakan adalah bilah mendatar (horizontal) yang disusupkan menembus lungsi.

Soal 2

Rumus langkah kerja pada anyaman ganda (anyaman dua-dua / 2:2) adalah...

  • A. Menyelipkan pakan di atas 1 lungsi dan di bawah 1 lungsi secara terus-menerus
  • B. Menyelipkan pakan di atas 2 lungsi lalu di bawah 2 lungsi secara berselang-seling teratur
  • C. Menyelipkan pakan di bawah semua lungsi tanpa mengangkatnya
  • D. Memotong semua lungsi menjadi dua bagian
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Pola 2:2 menyusupkan bilah pakan melompati 2 lungsi atas dan 2 lungsi bawah secara bergantian, menciptakan tekstur kepang diagonal.

Soal 3

Bahan alami tumbuhan di Indonesia yang sangat terkenal memiliki kelenturan dan kekuatan tinggi untuk diolah menjadi anyaman perabot rumah tangga dan topi caping adalah...

  • A. Bilah bambu, daun pandan duri, dan rotan
  • B. Batang pohon kaktus berduri
  • C. Daun pepaya basah
  • D. Batang pohon pisang yang busuk
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Bambu, rotan, dan daun pandan memiliki serat selulosa panjang yang liat, lentur saat diiris tipis, dan kokoh tahan lama setelah dikeringkan.

Soal 4

Langkah yang paling penting untuk menjaga agar tepi lembaran anyaman kertas tidak mudah terurai atau lepas adalah...

  • A. Membakar ujung-ujung kertas dengan korek api
  • B. Mengelem atau menjilid rapi sisa ujung bilah pakan dan lungsi pada bingkai tepi karton
  • C. Menarik bilah pakan sekuat-kuatnya hingga robek
  • D. Merendam anyaman di dalam minyak tanah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Finishing tepi (*edging/binding*) dengan lem perekat mengunci posisi ujung bilah agar anyaman tetap padat dan tidak melorot.

Soal 5

Seni membuat anyaman ketupat dari daun kelapa muda (janur) merupakan contoh warisan kriya anyam Nusantara yang memiliki fungsi...

  • A. Hanya sebagai mainan sekali pakai
  • B. Wadah kuliner tradisional pembungkus beras sakral sekaligus simbol perayaan hari raya keagamaan dan kebersamaan keluarga
  • C. Sebagai senjata perang jarak dekat
  • D. Sebagai pengganti genteng atap rumah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Ketupat memadukan seni anyam 3 dimensi dengan nilai budaya luhur perayaan hari raya dan lambang permohonan maaf lahir batin.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Seni Rupa lainnya

  • Seni di Sekitarku dan Aneka Garis

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Aneka Bentuk dan Warna Dasar

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Eksplorasi Tekstur dengan Teknik Frottage

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1