Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4 Bab 7: Eksplorasi Ragam Hias Motif Nusantara

Mengkaji motif hias tradisional Nusantara (batik kawung, parang, mega mendung, ukiran Toraja, motif Dayak), lalu menggambar ornamen nusantara dengan kreasi mandiri.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Mengidentifikasi ciri visual dan makna filosofis motif ragam hias daerah di Nusantara.
  • Menggambar stilasi bentuk daun, bunga, atau hewan menjadi pola ornamen batik dekoratif.
  • Menunjukkan kebanggaan terhadap warisan kekayaan seni rupa tradisional Indonesia.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Eksplorasi Ragam Hias Motif Nusantara membimbing peserta didik kelas empat mengenali keanekaragaman motif ornamen tradisional dari berbagai suku bangsa di Indonesia, seperti motif Megamendung (Cirebon), Kawung (Yogyakarta), Paqtedong (Toraja), Asmat (Papua), dan Songket (Minangkabau).

Peserta didik mempelajari empat kategori utama ragam hias: ragam hias geometris (garis lurus, pilin, swastika, meander), ragam hias flora (tumbuh-tumbuhan), ragam hias fauna (binatang seperti burung garuda, kijang, naga), dan ragam hias figuratif (manusia). Mereka belajar teknik deformasi dan stilasi untuk menggubah objek nyata menjadi pola ornamen yang estetis.

Melalui proyek menggambar pola ragam hias pada bidang kertas berpola ubin atau piring kertas hias, peserta didik menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan mendalam terhadap warisan kebudayaan visual Nusantara yang adiluhung.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Empat Jenis Ragam Hias (Geometris, Flora, Fauna, dan Figuratif)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai empat jenis ragam hias (geometris, flora, fauna, dan figuratif).

  • Topik B: Mengenal Makna Filosofis Motif Nusantara (Kawung, Megamendung, Ukir Toraja)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai mengenal makna filosofis motif nusantara (kawung, megamendung, ukir toraja).

  • Topik C: Teknik Stilasi (Penggubahan Indah) Bentuk Tumbuhan dan Hewan

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai teknik stilasi (penggubahan indah) bentuk tumbuhan dan hewan.

  • Topik D: Menggambar Komposisi Ragam Hias Nusantara pada Media Piring Kertas

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai menggambar komposisi ragam hias nusantara pada media piring kertas.

Istilah kunci dan glosarium

Ragam Hias (Ornamen)
Susunan pola hias berulang yang menggunakan bentuk dasar motif flora, fauna, geometris, atau figuratif untuk menghias suatu bidang.
Motif Kawung
Ragam hias klasik Jawa berbentuk irisan buah aren/kelapa lonjong empat penjuru yang melambangkan keadilan, kesucian, dan pengendalian diri.
Motif Megamendung
Ragam hias khas Cirebon berbentuk gumpalan awan berlapis gradasi warna yang melambangkan ketenangan jiwa dan kesabaran.
Ragam Hias Geometris
Pola hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk ilmu ukur seperti garis silang, lingkaran, segitiga tumpal, dan meander.
Deformasi
Teknik mengubah struktur bentuk asli objek menjadi bentuk baru yang lebih artistik namun tidak menghilangkan esensi aslinya.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Motif batik Megamendung dari daerah Cirebon memiliki ciri visual yang sangat khas berupa...

  • A. Bentuk hewan gajah besar berwarna cokelat
  • B. Bentuk gumpalan awan bergradasi garis melengkung lancip berlapis warna biru atau merah
  • C. Garis lurus kotak-kotak hitam putih seperti papan catur
  • D. Gambar daun singkong melingkar
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Megamendung menampilkan lekukan awan meliuk khas pesisiran Cirebon yang merefleksikan filosofi keteduhan jiwa dan pengendalian amarah.

Soal 2

Ragam hias yang motif dasarnya terinspirasi dari bentuk bunga, dedaunan, sulur tanaman, dan akar pohon dikelompokkan ke dalam jenis ragam hias...

  • A. Ragam hias fauna
  • B. Ragam hias flora (vegetal)
  • C. Ragam hias geometris murni
  • D. Ragam hias poligonal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Ragam hias flora bersumber dari eksplorasi stilasi keanekaragaman dunia tumbuhan (bunga teratai, daun paku, sulur melati).

Soal 3

Ragam hias motif Paqtedong pada ukiran rumah adat Toraja mengambil bentuk kepala kerbau yang melambangkan...

  • A. Kemalasan dan kebodohan
  • B. Kemakmuran, kekuatan, kemuliaan status sosial, dan pengorbanan suci
  • C. Ketakutan terhadap bencana alam
  • D. Kecepatan berlari di persawahan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Bagi masyarakat Toraja, tedong (kerbau) adalah hewan bernilai sakral tertinggi pembawa berkah kesejahteraan dan simbol martabat keluarga.

Soal 4

Pola ragam hias 'Tumpal' yang banyak ditemukan pada kain batik pesisir dan tenun ikat berbentuk bidang...

  • A. Segitiga runcing berulang yang melambangkan gunung suci atau ketajaman pikiran
  • B. Lingkaran bundar sempurna
  • C. Kotak bujur sangkar kosong
  • D. Oval melengkung
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Motif tumpal bermotif deretan segitiga bergerigi yang merupakan ornamen kuno Nusantara simbolik gunung penghubung kosmis.

Soal 5

Langkah yang tepat dalam proses stilasi bentuk daun menjadi motif batik adalah...

  • A. Menjiplak daun kering apa adanya tanpa mengubah garis sama sekali
  • B. Menyederhanakan lekukan daun, menambahkan garis isen-isen dekoratif di bagian dalam, dan menyusunnya berulang secara harmonis
  • C. Menghancurkan daun menjadi bubuk hijau
  • D. Menggambar daun berbentuk kubus logam
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Stilasi mengolah kontur alami daun dengan tambahan isen-isen (cecek, sawut) untuk menciptakan ornamentasi batik yang luwes dan kaya makna.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Seni Rupa lainnya

  • Seni di Sekitarku dan Aneka Garis

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Aneka Bentuk dan Warna Dasar

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Eksplorasi Tekstur dengan Teknik Frottage

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1