Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4 Bab 2: Daur Ulang Sampah Menjadi Karya Kriya

Menganalisis jenis sampah kertas dan plastik di sekolah, kemudian merancang dan merakit karya seni kriya 3 dimensi yang bermanfaat dan bernilai estetik tinggi.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Memilah sampah plastik dan kertas yang aman untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan seni.
  • Menguasai teknik memotong, melipat, dan merekatkan bahan daur ulang menjadi benda kriya fungsional.
  • Menumbuhkan kesadaran ekologis dan kepedulian lingkungan melalui praktik penciptaan seni rupa.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Daur Ulang Sampah Menjadi Karya Kriya memadukan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup dengan kreativitas seni rupa terapan (kriya). Peserta didik diajak mengubah limbah anorganik di sekitar rumah dan sekolah (seperti botol plastik, tutup botol, kardus bekas, sedotan kertas, dan kain perca) menjadi benda hias atau benda fungsional bernilai estetika tinggi.

Peserta didik mempelajari teknik dasar pembentukan kriya: memotong (*cutting*), melipat (*folding*), menyambung (*joining*), dan merekatkan (*gluing*) menggunakan lem tembak atau lem kayu yang aman. Mereka bereksplorasi merancang tempat pensil, vas bunga hias, celengan karakter, atau mainan mekanik sederhana.

Melalui proyek berbasis ramah lingkungan (*upcycling art*), peserta didik mengasah keterampilan kinestetik halus, kemampuan memecahkan masalah desain, serta menumbuhkan kesadaran ekologis untuk mengurangi timbunan sampah plastik.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Mengenal Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan Upcycling dalam Seni

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai mengenal konsep 3r (reduce, reuse, recycle) dan upcycling dalam seni.

  • Topik B: Identifikasi Jenis Sampah Anorganik yang Aman untuk Bahan Karya Kriya

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai identifikasi jenis sampah anorganik yang aman untuk bahan karya kriya.

  • Topik C: Teknik Memotong, Melipat, Menempel, dan Menyambung Bahan Daur Ulang

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai teknik memotong, melipat, menempel, dan menyambung bahan daur ulang.

  • Topik D: Perancangan dan Pembuatan Karya Kriya Fungsional Ramah Lingkungan

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai perancangan dan pembuatan karya kriya fungsional ramah lingkungan.

Istilah kunci dan glosarium

Seni Kriya
Karya seni rupa terapan yang dibuat dengan mengandalkan keterampilan tangan (kecekatan tangan) dan memiliki nilai guna praktis serta keindahan.
Upcycling
Proses kreatif mengubah barang bekas atau limbah menjadi produk baru yang memiliki nilai estetika dan kualitas lebih tinggi daripada benda aslinya.
Limbah Anorganik
Sampah yang sulit terurai secara alami oleh mikroorganisme tanah seperti plastik, kaca, dan logam.
Nilai Fungsional
Manfaat guna praktis suatu benda dalam membantu mempermudah aktivitas kehidupan sehari-hari.
Finishing
Tahap penyelesaian akhir pada karya seni kriya melalui perapian tepi, pengecatan, atau pelapisan pelindung agar tampak indah dan awet.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Perbedaan mendasar antara proses daur ulang biasa (recycling) dengan proses 'upcycling' dalam seni kriya adalah...

  • A. Upcycling selalu menggunakan mesin pabrik berukuran raksasa
  • B. Upcycling mengubah barang bekas secara kreatif langsung menjadi karya baru yang memiliki nilai estetika dan fungsi lebih tinggi tanpa melebur ulang bahannya
  • C. Upcycling hanya boleh menggunakan bahan baku dari emas
  • D. Upcycling menghasilkan lebih banyak sampah beracun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Upcycling menekankan rekayasa seni kreatif langsung pada material bekas untuk menaikkan nilai guna dan estetikanya tanpa proses degradasi industri.

Soal 2

Langkah pertama yang wajib dilakukan saat mengumpulkan botol plastik bekas minuman sebelum diolah menjadi wadah alat tulis adalah...

  • A. Langsung mengecat permukaan botol yang masih kotor
  • B. Mencuci bersih bagian dalam dan luar botol dengan sabun lalu mengeringkannya hingga tuntas
  • C. Membakar botol di atas api kompor
  • D. Memotong botol tanpa melihat bentuknya
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Pembersihan dan pengeringan higienis wajib dilakukan agar bahan daur ulang bebas dari sisa gula, kuman, dan bau sebelum dikerjakan.

Soal 3

Alat potong yang paling aman dan tepat digunakan peserta didik sekolah dasar untuk memotong pola kardus tebal dengan pengawasan guru adalah...

  • A. Gergaji mesin listrik
  • B. Gunting bergerigi atau pisau pemotong kertas (cutter) dengan bilah terkunci dan beralaskan papan talenan
  • C. Pecahan kaca jendela
  • D. Silet tajam tanpa pelindung gagang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Penggunaan cutter bergagang aman beralaskan talenan khusus (cutting mat) memberikan presisi potongan dan perlindungan keselamatan jari.

Soal 4

Di bawah ini yang merupakan contoh karya kriya terapan (memiliki nilai guna) dari bahan kardus bekas adalah...

  • A. Rak buku mini meja belajar dan kotak penyortir dokumen
  • B. Abu bakaran kardus di kebun
  • C. Sobekan kardus yang dibuang ke selokan
  • D. Gumpalan kardus basah yang membusuk
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Rak buku meja kardus memiliki nilai fungsi guna nyata untuk menyimpan buku pelajaran sekaligus memiliki tampilan rapi berhias.

Soal 5

Tujuan melapisi bagian luar wadah kaleng bekas dengan lilitan tali rami atau kertas koran gulung adalah...

  • A. Menutupi permukaan tajam kaleng dan memberikan tekstur artistik alami yang indah
  • B. Membuat kaleng menjadi sangat berat sehingga tidak bisa dipindahkan
  • C. Menghabiskan persediaan lem sekolah
  • D. Agar kaleng cepat berkarat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Pelapisan tali rami/kertas mengamankan pinggiran kaleng sekaligus menghadirkan estetika tekstur kriya yang hangat dan natural.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Seni Rupa lainnya

  • Seni di Sekitarku dan Aneka Garis

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Aneka Bentuk dan Warna Dasar

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Eksplorasi Tekstur dengan Teknik Frottage

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1