Mengidentifikasi faktor penyebab utama terjadinya cedera saat berolahraga dan cara pencegahannya.
Mempraktikkan penanganan cedera terkilir pada pergelangan kaki menggunakan prinsip pertolongan RICE.
Mempraktikkan teknik pembalutan perban elastis/mitela dan pertolongan pertama pada korban pingsan.
Materi pokok & uraian konsep pembelajaran
Bab Penanganan Cedera Olahraga dan Pertolongan Pertama Lanjutan membekali peserta didik kelas enam dengan kompetensi pertolongan pertama tingkat lanjut untuk mengatasi cedera fisik umum saat beraktivitas jasmani, seperti kram otot, terkilir/keseleo (*sprain*), pergeseran sendi (*dislokasi*), dan pingsan akibat kelelahan.
Peserta didik mempelajari prinsip penanganan cedera akut menggunakan metode standar medis **R.I.C.E.** (*Rest, Ice, Compression, Elevation*), cara pembalutan perban elastis pada pergelangan kaki yang terkilir, penanganan kram betis dengan peregangan berlawanan arah, serta tata cara memposisikan korban pingsan dalam posisi pemulihan (*recovery position*).
Melalui simulasi tanggap darurat kecelakaan di lapangan olahraga, peserta didik melatih ketenangan dalam situasi krisis, keterampilan motorik balut bidai sederhana, kepedulian sosial menolong sesama, dan kesadaran pentingnya pencegahan cedera melalui pemanasan yang benar.
Peta subtopik bahasan
Topik A: Mengenal Jenis-Jenis Cedera Olahraga Ringan dan Sedang (Kram, Sprain, Strain, Dislokasi)
Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai mengenal jenis-jenis cedera olahraga ringan dan sedang (kram, sprain, strain, dislokasi).
Topik B: Protokol Medis Penanganan Cedera Akut: Metode R.I.C.E.
Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai protokol medis penanganan cedera akut: metode r.i.c.e..
Topik C: Tata Cara Penanganan Kram Otot dan Pertolongan pada Korban Pingsan
Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai tata cara penanganan kram otot dan pertolongan pada korban pingsan.
Topik D: Praktik Balut Perban Elastis dan Pemindahan Korban (Evakuasi Aman)
Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai praktik balut perban elastis dan pemindahan korban (evakuasi aman).
Istilah kunci dan glosarium
Metode R.I.C.E.
Protokol penanganan cedera jaringan lunak yang terdiri atas Rest (Istirahatkan), Ice (Kompres Es), Compression (Balut Tekan), dan Elevation (Tinggikan).
Sprain (Terkilir/Keseleo)
Cedera berupa peregangan atau robekan pada ligamen jaringan ikat penghubung antartulang di persendian.
Kram Otot
Kontraksi otot yang terjadi secara mendadak, keras, dan tidak terkendali yang menimbulkan rasa nyeri tajam.
Elevation (Meninggikan)
Tindakan memposisikan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung untuk mengurangi pembengkakan cairan dan darah.
Posisi Pemulihan (Recovery Position)
Posisi membaringkan korban tidak sadar secara miring untuk menjaga jalan napas tetap terbuka dan bebas.
5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.
Soal 1
Ketika seorang teman mengalami cedera pergelangan kaki terkilir (sprain) saat bermain bola basket, langkah pertama sesuai prinsip 'Rest' pada metode R.I.C.E. adalah...
A. Menyuruh teman melanjutkan pertandingan sambil menahan sakit
B. Segera menghentikan aktivitas fisik teman tersebut dan mengistirahatkan sendi yang cedera dari beban tumpuan badan
C. Menarik dan memutar paksa pergelangan kaki yang bengkak
D. Menyuruh teman melompat-lompat dengan satu kaki
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B
Pembahasan: Rest (istirahat) bertujuan mencegah kerusakan ligamen yang lebih parah dan menghentikan pendarahan internal di jaringan lunak sendi.
Soal 2
Tindakan yang benar saat melakukan tahap 'Ice' (kompres es) pada penanganan cedera terkilir yang baru terjadi adalah...
A. Menempelkan es batu langsung tanpa alas ke kulit selama 3 jam tanpa henti
B. Membungkus es dengan handuk/kain bersih lalu menempelkannya pada area yang bengkak selama 15–20 menit secara berkala
C. Mengompres dengan air mendidih yang dicampur minyak panas
D. Menyiram kaki dengan minyak goreng panas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B
Pembahasan: Kompres es harus dilapisi kain agar tidak membakar kulit (*ice burn*) dan dibatasi 15-20 menit untuk menyempitkan pembuluh darah yang pecah.
Soal 3
Tujuan dari tindakan 'Elevation' (meninggikan bagian yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung) adalah...
A. Membantu melancarkan aliran darah balik vena ke jantung sehingga mengurangi penumpukan cairan dan pembengkakan di area luka
B. Membuat kaki menjadi lebih panjang
C. Menghibur korban agar tertawa
D. Mempercepat tumbuhnya tulang baru
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Elevasi memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengalirkan kelebihan cairan radang dan darah kembali ke sirkulasi pusat sehingga meredakan pembengkakan.
Soal 4
Pertolongan pertama yang paling tepat dilakukan saat seorang teman mengalami kram pada otot betis adalah...
A. Memukul-mukul betis dengan tongkat pemukul
B. Meluruskan kaki korban secara perlahan dan meregangkan ujung telapak kaki ke arah atas (dorsofleksi) berlawanan dengan arah kontraksi otot
C. Menekuk lutut korban sekuat-kuatnya ke belakang
D. Menyiram betis korban dengan air dingin membeku
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B
Pembahasan: Meregangkan telapak kaki ke atas (menarik ujung jari ke arah lutut) memanjangkan serat otot gastroknemius betis yang sedang memendek kejang.
Soal 5
Ketika menemukan seorang korban pingsan di lapangan saat upacara bendera, tindakan awal yang harus dilakukan sebelum tenaga medis tiba adalah...
A. Mendudukkan korban dan memaksanya minum air panas
B. Membawa korban ke tempat teduh yang sejuk, membaringkannya telentang, melonggarkan pakaian yang ketat, dan meninggikan posisi kaki sekitar 30 cm
C. Mengerubungi korban beramai-ramai sampai kehabisan udara segar
D. Mengguncang-guncang kepala korban dengan kasar
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B
Pembahasan: Meninggikan kaki mengalirkan kembali pasokan darah kaya oksigen ke otak, serta melonggarkan kerah/ikat pinggang memperlancar sirkulasi udara pernapasan.
Instrumen evaluasi lengkap, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan rubrik penilaian sumatif tersedia di dalam paket berkas perangkat ajar di bawah ini.