Modul Ajar PJOK Kelas 4 Bab 5: Aktivitas Kebugaran Jasmani

Mempraktikkan latihan sirkuit untuk meningkatkan daya tahan jantung-paru (joging berirama), kekuatan otot (push-up, sit-up), dan kelincahan gerak (shuttle run) sesuai kapasitas fisik anak.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Mempraktikkan latihan sirkuit kebugaran jasmani 3-4 pos secara disiplin dan bertahap.
  • Mengidentifikasi manfaat latihan kebugaran jasmani terhadap kesehatan organ tubuh dan stamina.
  • Menunjukkan sikap pantang menyerah dan kemandirian dalam menuntaskan target latihan fisik.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Aktivitas Kebugaran Jasmani membimbing peserta didik memahami komponen-komponen dasar kebugaran fisik yang terdiri atas kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan persendian, dan daya tahan jantung-paru. Peserta didik belajar bahwa tubuh yang bugar memungkinkan mereka belajar dan beraktivitas seharian tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.

Peserta didik mempraktikkan latihan kekuatan otot sederhana yang sesuai untuk usia anak sekolah dasar, seperti push-up modifikasi bertumpu pada lutut, sit-up/curl-up untuk otot perut, back-up untuk otot punggung, dan squat jump ringan. Mereka juga mempraktikkan peregangan dinamis dan statis untuk menjaga kelenturan.

Melalui sirkuit latihan pos kebugaran (*circuit training*) dan pencatatan grafik perkembangan fisik mingguan, peserta didik termotivasi untuk membiasakan gaya hidup aktif dan mengurangi perilaku tidak aktif (*sedentary lifestyle*) seperti terlalu lama menatap gawai.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Komponen Kebugaran Jasmani (Kekuatan, Daya Tahan, Kelenturan, Kelincahan)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai komponen kebugaran jasmani (kekuatan, daya tahan, kelenturan, kelincahan).

  • Topik B: Bentuk Latihan Kekuatan Otot Lengan, Perut, dan Tungkai Kaki

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai bentuk latihan kekuatan otot lengan, perut, dan tungkai kaki.

  • Topik C: Latihan Peregangan Otot Statis dan Dinamis untuk Kelenturan

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai latihan peregangan otot statis dan dinamis untuk kelenturan.

  • Topik D: Penyusunan Jadwal Aktivitas Fisik Harian dan Pola Istirahat Cukup

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai penyusunan jadwal aktivitas fisik harian dan pola istirahat cukup.

Istilah kunci dan glosarium

Kebugaran Jasmani
Kemampuan tubuh melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal tanpa kelelahan berlebih dan masih memiliki energi cadangan.
Kekuatan Otot
Kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan atau beban dalam satu kali usaha maksimal.
Kelenturan (Flexibility)
Kemampuan sendi dan otot bergerak leluasa dalam ruang gerak sendi seluas-luasnya tanpa mengalami cedera.
Latihan Sirkuit
Metode latihan kebugaran yang terdiri dari beberapa pos gerakan berbeda yang diselesaikan secara berurutan.
Sedentary Lifestyle
Gaya hidup kurang gerak yang banyak dihabiskan dengan duduk diam atau berbaring di depan layar gawai.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Bentuk latihan fisik yang paling efektif untuk melatih kekuatan otot perut pada peserta didik sekolah dasar adalah...

  • A. Latihan lari zigzag mengitari corong
  • B. Latihan sit-up (mendorong bahu terangkat mendekati lutut)
  • C. Latihan lempar tangkap bola
  • D. Latihan berdiri dengan satu kaki sambil memejamkan mata
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Gerakan sit-up mengontraksikan kelompok otot rektus abdominis (perut) sehingga meningkatkan kekuatan dan ketahanan dinding perut.

Soal 2

Peregangan statis dilakukan dengan cara meregangkan otot hingga batas rasa tertarik lalu menahannya selama...

  • A. 10 hingga 15 detik secara rileks tanpa membal-mbal
  • B. 1 detik saja
  • C. 1 menit penuh sampai terasa sakit menyengat
  • D. Sambil meloncat-loncat di tempat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Peregangan statis yang efektif dan aman ditahan secara konstan selama 10–15 detik agar serabut otot memanjang optimal tanpa memicu robekan serat otot.

Soal 3

Mengapa kita harus melakukan pendinginan (*cooling down*) setelah selesai melakukan aktivitas olahraga berat?

  • A. Agar suhu tubuh cepat naik drastis
  • B. Membantu menurunkan detak jantung secara bertahap dan mempercepat pembuangan asam laktat penyebab pegal
  • C. Agar pakaian olahraga menjadi basah kuyup
  • D. Untuk menghemat waktu jam istirahat sekolah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Pendinginan menormalkan kembali sirkulasi darah, mengembalikan denyut jantung ke kondisi istirahat, dan mencegah penumpukan asam laktat di otot.

Soal 4

Seseorang yang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik akan menunjukkan ciri-ciri...

  • A. Selalu merasa mengantuk dan lesu setiap jam pelajaran kedua
  • B. Mampu menyelesaikan kegiatan belajar dan bermain sepanjang hari dengan penuh semangat dan segar
  • C. Mudah terserang demam dan batuk setiap minggu
  • D. Tidak sanggup menaiki tangga sekolah lantai dua
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Kebugaran jasmani yang prima ditandai dengan vitalitas fisik tinggi, imunitas kokoh, dan stamina yang stabil sepanjang aktivitas harian.

Soal 5

Jika seorang anak menghabiskan waktu lebih dari 5 jam sehari hanya bermain gawai sambil berbaring, dampak buruk yang paling mungkin terjadi adalah...

  • A. Kekuatan otot tungkai meningkat secara alami
  • B. Tingkat kebugaran fisik menurun dan risiko kegemukan (obesitas) serta kelainan postur tubuh meningkat
  • C. Daya tahan jantung dan paru makin kuat
  • D. Kemampuan koordinasi gerak menjadi sangat lincah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Kurang gerak (sedentary) menurunkan metabolisme tubuh, melemahkan tonus otot, dan memicu penimbunan lemak berlebih (obesitas).

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) lainnya

  • Pola Gerak Dasar Lokomotor

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1

  • Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1

  • Pola Gerak Dasar Manipulatif

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1