Modul Ajar IPAS Kelas 6 Bab 7: Bumi Kita Terancam Bahaya (Krisis Lingkungan)

Menganalisis ancaman kerusakan biosfer akibat emisi karbon, pencemaran air/tanah, pemutihan karang laut, naiknya permukaan laut, serta pentingnya komitmen mitigasi perubahan iklim global.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan mekanisme efek rumah kaca dan hubungannya dengan kenaikan suhu rata-rata global.
  • Menganalisis dampak deforestasi terhadap siklus karbon dan kepunahan spesies satwa endemik.
  • Merumuskan solusi mitigasi berbasis kearifan lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab bumi kita terancam bahaya membekali peserta didik dengan pemahaman ilmiah mengenai ragam bencana alam geologis (gempa bumi, gunung meletus, tsunami) dan bencana hidrometeorologis (banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung).

Peserta didik mempelajari mitigasi bencana: tindakan pra-bencana (kesiapsiagaan, tas siaga bencana, jalur evakuasi), saat bencana terjadi (drop, cover, hold on saat gempa), dan pasca-bencana.

Materi juga membedah pengaruh krisis iklim global terhadap frekuensi bencana cuaca ekstrem di kawasan pesisir dan dataran rendah Indonesia.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Ragam Bencana Geologis dan Hidrometeorologis

    Membedakan mekanisme pergeseran lempeng tektonik dan curah hujan ekstrem.

  • Topik B: Mitigasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

    Merancang tas siaga bencana keluarga dan peta evakuasi sekolah.

  • Topik C: Adaptasi Perubahan Iklim dan Rehabilitasi Lingkungan

    Membangun tanggul mangrove untuk mencegah abrasi pesisir pantai.

Istilah kunci dan glosarium

Mitigasi Bencana
Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Gempa Tektonik
Guncangan bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi akibat patahan atau pergeseran lempeng kerak bumi.
Tsunami
Gelombang laut dahsyat yang dipicu oleh gempa bumi tektonik atau letusan gunung berapi di dasar laut.
Tas Siaga Bencana (TSB)
Tas darurat berisi dokumen penting, obat, makanan tahan lama, senter, dan pakaian untuk bertahan hidup 3 hari pertama pascabencana.
Hutan Mangrove (Bakau)
Ekosistem hutan pesisir yang berfungsi sebagai benteng alami pemecah ombak tsunami dan pencegah abrasi air laut.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Tindakan penyelamatan diri pertama yang paling tepat saat kita berada di dalam ruang kelas dan merasakan gempa bumi kuat adalah...

  • A. Berteriak histeris dan berebut berlari keluar pintu
  • B. Berlindung di bawah meja yang kokoh sambil memegangi kaki meja (Drop, Cover, Hold On)
  • C. Berdiri di dekat jendela kaca besar
  • D. Menggunakan lift gedung untuk turun
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Berlindung di bawah meja melindungi kepala dan tubuh dari reruntuhan plafon dan benda jatuh.

Soal 2

Tanda-tanda alam yang patut diwaspadai sebagai peringatan dini akan terjadinya gelombang tsunami di pesisir setelah gempa besar adalah...

  • A. Air laut tiba-tiba surut sangat jauh ke tengah laut secara cepat
  • B. Ombak menjadi tenang dan angin berhenti
  • C. Ikan berenang ke tepi pantai
  • D. Langit menjadi gelap berawan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Surutnya air laut secara drastis setelah gempa dasar laut adalah tanda khas datangnya gelombang tsunami.

Soal 3

Benda-benda esensial yang wajib disiapkan di dalam Tas Siaga Bencana (TSB) keluarga antara lain...

  • A. Televisi dan konsol game
  • B. Surat-surat penting, air minum, makanan darurat, kotak P3K, senter, dan peluit
  • C. Perabotan lemari pakaian
  • D. Koleksi mainan anak
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Dokumen identitas, pertolongan pertama, air, dan alat sinyal darurat adalah barang wajib evakuasi cepat.

Soal 4

Upaya pelestarian alam yang efektif untuk mencegah bencana tanah longsor di daerah lereng perbukitan adalah...

  • A. Menebangi pohon besar untuk dijadikan kebun sayur semusim
  • B. Membuat sistem terasering (sengkedan) dan menanam pohon berakar dalam
  • C. Menguruk tanah lereng dengan semen beton tanpa drainase
  • D. Membakar semak belukar
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Terasering dan akar pohon kuat mengikat partikel tanah agar tidak mudah longsor saat hujan lebat.

Soal 5

Alat pengukur dan pencatat kekuatan getaran gempa bumi disebut...

  • A. Seismograf
  • B. Barometer
  • C. Anemometer
  • D. Termometer
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Seismograf adalah alat ilmiah yang mencatat gelombang getaran seismik gempa dalam skala Richter.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) lainnya

  • Mari Kenali Hewan di Sekitar Kita

    Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SD Kelas 3 · Semester 1

  • Siklus Hidup Makhluk Hidup

    Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SD Kelas 3 · Semester 1

  • Hidup Bersama Alam dan Ekosistem Sekitar

    Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SD Kelas 3 · Semester 1